
Keunggulan telak 4-0 atas Portugal, juga menimbulkan kapabilitas beberapa andalan Jerman. Satu diantara yang paling mencolok yaitu Julian Brandt. Ia memanglah tidak cetak gol, lantaran empat gol disumbangkan oleh Serge Gnabry, Matthias Ginter, David Sielke serta Philip Max.
Nama Brandt mencuri perhatian di dalam tindakan kuartet pencetak gol. Ia mencuat sesudah membuat tiga asis. Tidak pelak, skuad Horst Hrubesch layak berterima kasih atas usaha keras gelandang asal tim Bayer Leverkusen itu.
Brandt jadi bintang Jerman selama Olimpiade Rio 2016. Pada empat pertandingan paling akhir, ia senantiasa di turunkan. Hebatnya, pemuda dengan tinggi badan 185 cm itu tidak pernah tidak hadir terlibat untuk cetak gol pada rekan-rekannya.
Terdaftar mulai sejak pertandingan pertama di gelar sampai fase 8 besar, pemain berumur 20 tahun tersebut sudah menirehkan tujuh assist. Saat bertemu Meksiko serta Korea Selatan, Brandy sukses menorehkan satu asis, dua assist lainnya saat melawan Fiji. Paling akhir, ia cetak hat-trick assist pada babak knockout melawan tim samba Eropa, Portugal.
Sosok Brandt masuk ke tim nasional Jerman dengan susah payah. Ia mesti berusaha keras membuktikan penampilan bagus saat sebelum dibawa Hrubesch ke Jerman U-23. Panggilan tersebut juga jadi hadiah saat sang pemain bermain menonjol selama musim kemarin dengan Bayer Leverkusen.
Julian Brandt memulai karir dengan tampil di akademi sepakbola di tim divisi bawah Jerman, Borgfeld serta Oberneul. Pemain yang punya kebiasaan berperan di sektor sayap kiri ini lalu dilirik kontestan Bundesliga, Wolfsburg. Ia berhimpun pada musim 2011-2012 melalui program tim umur dini.
Beranjak dari karir junior, pemain yang dijuluki ” David Beckham dari Jerman ” ini memperoleh perhatian dari Bayer Leverkusen. Leverkusen segera merekrutnya menjadi pemain yang diletakkan tim paling utama sejak musim 2013-2014 lalu.
Walau belum jadi pilihan paling utama untuk tim yang bermarkas di Bay Arena tersebut, tampilan Brandt pada musim debutnya segera mencuri perhatian. Terdaftar sepanjang 14 kali tampil, ia cetak dua gol serta tiga assist. Atas tampilan pada musim debut, Pelatih Roger Schmidt kerap memainkan dirinya di bebrapa pertandingan utama.
Sepanjang musim 2015-2016, Brandt mulai memperoleh tempat utama serta jadi senjata beresiko untuk Werkself, julukan Leverkusen. Peran 10 gol serta 8 asisnya sukses membawa Leverkusen bercokol di posisi tiga Bundesliga serta mencapai ticket ke Liga Champions musim ini.
Atas tampilan yang luar biasa ini, tidak heran sebagianclub besar Inggris seperti Liverpool, Manchester City, Chelsea serta Manchester United antri untuk mendapatkan tanda tangan pemain masa depan Jerman ini.
Tetapi usaha tim yang mengincar layanan Brandt mesti gigit jari sesudah tim pemiliknya, Bayer Leverkusen cepat-cepat memastikan dirinya tak akan kemana-mana dengan kontrak jangka panjang sampai musim panas 2019. Saat ini, Brandt bakal membuktikan peran besar dengan Jerman di Olimpiade Rio 2016.


0 komentar:
Post a Comment